Selasa, 27 September 2011

Sejarah Bendungan Walahar


       Bendungan Walahar merupakan salah satu situs peninggalan zaman Belanda. Dulu dikenal dengan nama Parisdo. Terletak di Desa Walahar Kec. Klari Kab. Karawang dengan letak astronomis pada koordinat 06° 22' 973" S, 107° 21' 660". Bendungan ini berbatasan Desa Kutapohaci Kec. Ciampel Kab. Karawang.

       Bendungan ini menahan aliran sungai Sungai Citarum selebar 50 m, membentuk waduk seluas 15 ha pada kawasan dataran rendah di pantai utara. Bagian dasarnya merupakan bagian dari dam, dengan jembatan jalan sekitar 3 m melintang di atasnya. Di jembatan ini terdapat semacam bangunan terdiri beberapa ruangan, dengan bentuk langit-langit di atas jembatan yang melengkung. Pada dinding di atas jalan masuk terdapat tulisan “Bendung Walahar Kali Tjitarum Mulai Dipakai 30 Nopember 1925 untuk mengairi sawah luas 87.506 ha”.

Proyek Pengerjaan bendungan ini mulai sejak tahun 1918 dan selesai pada tahun 1925, diawasi oleh seorang ahli perairan berkebangsaan Belanda, C. Swaan koopman. Tujuan utama pembangunan bendungan ini untuk menunjang sistem irigasi bagi ribuan hektar persawahan di daerah Karawang yang merupakan pemasok utama kebutuhan beras di Indonesia pada saat itu. Bendungan ini dilengkapi dengan jalan menghubung ruangan yang ada.

       Di samping fungsi utama Bendungan Walahar untuk mengairi sawah, masyarakat sekitar juga memfungsikannya untuk keperluan lain, khususnya sebagai sarana rekreasi. Selain itu, setiap hari libur banyak yang memanfaatkannya untuk memancing atau sekedar melepas penat dengan menikmati deburan air yang berasal dari dam. Anda tidak perliu khawatir dengan kenyamanan kunjungan karena bendungan ini juga menyediakan fasilitas wisata kuliner berupa deretan rumah makan khas Walahar yang menyajikan pepes ikan jambal.

Sumber : Dinas Penerangan dan Pariwisata Kab. Karawang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar